Tak henti-hentinya, puji syukur kehadirat Allah SWT selalu dipanjatkan selepas melakukan kewajiban 5 waktu. Sebuah anugerah yang begitu indah. Salah satu mimpi yang terwujud, dengan berliku-liku, tidak mudah, penuh perjuangan dan stock semangat yang tidak boleh habis sama sekali.
National University of Singapore (NUS), baru mendengar beberapa tahun yang lalu saat memulai pencarian tempat kuliah. Lebih terdengar NTU (Nanyang Technological University) ketimbang NUS, paling tidak saat kuliah dulu di Bandung, kota yang penuh kenangan, tak kan terlupakan.
Berdasarkan QS TOP UNIVERSITIES ranking untuk tahun 2008, NUS berada di peringkat 30 dunia. Untuk lebih sedapnya, silahkan dibuka link berikut. Peringkat pertama dan kedua masih diduduki oleh HARVARD dan YALE Univeristy, di United States of America, kemudian disusul peringkat ketiga oleh universitas dari United Kingdom, University of Cambridge. Peringkat 1 sampai dengan 29 diduduki oleh negara-negara sebagai berikut: United States, United Kingdom, Australia, Japan, Canada, Switzerland, Hongkong, France, dan Singapore dengan NUS-nya. Sedangkan NTU (Singapore juga) untuk pemeringkatan universities dunia berada di peringkat 77. Bila berbicara regional Asia, NUS berada di peringkat 4, yaitu setelah University of Tokyo, Kyoto Univeristy, dan University of Hongkong. ITB sendiri berada di peringkat 315, naik cukup signifikan bila dibandingkan dengan peringkat 369 di tahun 2007.
Khusus di bidang engineering/technology, NUS bercokol di peringkat 11 dunia dan untuk NTU berada di peringkat 26. Pemeringkatan universities dunia di bidang engineering bisa dilongok di link berikut. Untuk bidang ini ITB berada di peringkat 90, mengungguli Brown University (USA), Univ of Southampton, University College London, Univ of Birmingham (UK), Tohoku University (Japan), serta Ecole Normale Superieure, Paris (France) yang menduduki peringkat 100 di dunia.
Picture 1. Map of Singapore
NUS terletak di bagian tengah-selatan pulau Singapore. Tidak terlalu jauh dari pusat kota (bila refer ke Orchard), dan 30 menit perjalanan menggunakan MRT dari Changi Airport.
Tidak jauh berbeda dengan kondisi kampus di Bandung, di NUS keasrian lingkungan kampus sepertinya menjadi perhatian penting. Bisa dilihat dengan terjaganya (dengan baik) tanaman-tanaman (pohon dan bunga) di kawasan kampus, dan tentunya merupakan smoke free campus.

Picture 2 & 3. Suasana Salah Satu Titik Kampus
Penelusuran selanjutnya adalah ke kantin, sebuah tempat yang bisa dibilang paling penting, karena di sinilah kebutuhan pokok para mahasiswa terpenuhi. Ada beberapa kantin di kampus, berikut dijelaskan untuk kantin yang terdekat dengan Faculty of Engineering, Techno Edge Canteen namanya.


Picture 4 – 7. Techno Edge Canteen
Harga makanan di kantin ini merupakan harga setelah disubsidi oleh pemerintah, tentunya menjadi sangat murah bila dibandingkan dengan membeli makanan di tempat umu. Nasi dan 2 jenis sayur bisa diperoleh dengan harga SGD 1,8, untuk mengirit lagi, minumnya tidak perlu beli karena kita bisa meminum air ledeng (bila diistilahkan di Indonesia). Mencari makanan yang halal pun tak akan kesulitan, ada beberapa counter yang menjual khusus makanan halal. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan, karena bila selesai makan maka alat-alat makan (piring, sendok, gelas)-pun ditempatkan terpisah antara alat-alat makan untuk makanan yang halal dan yang lain sehingga Insya Allah akan terjaga dengan baik.
Tidak jauh dari Techno Edge Canteen adalah Central Library. Maju tidak nya sebuah universitas salah satunya bisa dilihat dari fasilitas dan ketersediaan buku di library-nya. Berikut adalah foto bagian depan library dan book drop. Mahasiswa/dosen bisa mengembalikan buku yang dipinjam dengan hanya memasukkan buku tersebut ke dalam book drop, satu hari kerja selanjutnya maka record peminjaman buku kita akan ter-update dengan sendirinya.

Picture 8 & 9. Front of Central Library and Book Drop
Hanya pemegang student/staff card yang bisa memasuki library karena di bagian depan terdapat check point. Pintu akan terbuka bila orang tersebut menempelkan student/staff card-nya pada mesin yang tersedia. Central library di NUS dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang bisa dilihat di beberapa pics berikut:

Picture 10. Computer Access
Terdapat sekitar 100 set desktop computers yang bisa diakses oleh siapapun. Prosedurnya, si peminjam harus melakukan booking terlebih dahulu di booking station. Masukkan login dan password kemudian akan tersedia mapping of computer yang di situ ditunjukkan komputer mana yang masih kosong dan hired. Si peminjam selanjutnya memilih komputer yang masih kosong dan selesai. Maksimum waktu peminjaman adalah 1 jam untuk satu desktop computer per orang. Bisa diperpanjang dengan melakukan booking di booking station.

Picture 11. Multimedia Viewing Room
Fasilitas ini disediakan untuk pengunjung agar bisa menonton film dengan baik. Tidak hanya film2 science dan technology yang tersedia di library, film-film populer seperti Lord of The Ring-pun tersedia di library. Untuk bisa menggunakannya, pengunjung musti melakukan booking di Loan Desk untuk sekaligus mendapatkan pinjaman headset.

Picture 11 & 12. Library and New Book
Buku-buku baru selalu diletakkan di kolom-kolom seluas ruangan perpustakaan sehingga peengunjung bisa selalu ter-up date dengan buku-buku yang muncul sesuai dengan bidang ilmunya. Bila kita mencari sebuah jurnal ataupun buku yang ternyata tidak terdapat di library, maka kita bisa mengajukan request tersendiri untuk pengadaan buku atau jurnal tersebut.

Picture 13 & 14. Perk Point and its Facilities
Fasilitas lain di library adalah “Perk Point”. Ini berfungsi sebagai tempat atau ruangan yang bebas. Bisa untuk ngobrol, browsing menggunakan notebook sendiri, makan, minum, dan juga dilengkapi dengan food and drink machines. Ruangan ini dikelilingi oleh kaca sehingga bisa bersuara lebih bila berada di dalam ruangan ini.

Picture 15. LINC
Untuk bisa mencari literatur yang kita inginkan, bisa memanfaatkan feature LINC. Fasilitas ini berupa desktop computer yang berjejer berjumlah sampai dengan 30 pcs. Tinggal tulis (bisa by title atau advanced keyword) di fasilitas tersebut maka selanjutnya akan muncul lokasi tempat buku itu berada.

Picture 16. Self-Service Facilities
Setelah menemukan buku atau CD yang kita cari, selanjutnya adalah melakukan “check out” pada literatur tersebut. Peminjam selanjutnya mengunjungi fasilitas yang terpampang di picture 16, memasukkan login dan PIN, men-scan barcode yang terdapat di barang yang akan dipinjam. Selanjutnya, items tersebut bisa dibawa pulang dengan waktu peminjaman berkisar 25 hari.

Picture 17. Quiet Area
Untuk belajar dan membaca, tersedia Quiet Area. Area ini terdapat hampir di setiap lantai perpustakaan yang tediri dari 7 lantai. Sesuai dengan namanya, tidak diperkenankan untuk berbicara, ngobrol atau mengeluarkan berbagai bentuk suara, karena akan mengganggu pengguna quite area yang lain. Siapa saja (Student BSc, Master, PhD) dan Staff bisa menggunakan ruangan ini.

Picture 18 & 19. Carrels
Inilah fasilitas favorit pemirsa, Carrel. Bentuknya seperti warung telepon kalo di Indonesia. Graduate student dan Staff yang bisa mem-booking fasilitas ini. Di tempat ini sangat nyaman untuk belajar karena tidak terganggu oleh pergerakan-pergerakan manusia. Di sini juga bisa tempat untuk menitipkan laptop dan barang-barang lain sehingga tidak perlu digondol kesana kemari saat akan kuliah.
–Singapore, January 18, 2009–
WWAAWW..bikin siriikk!! hiks..pantesaan kamu betah sepanjang hari di Library..no wonder hehe!!
By: putri wulandari on January 19, 2009
at 9:44 am
wkwkwk ini kali pertama aku ga dapat carrel, gara2 bangung kesiangan trus ke bank dulu..jadi di luar deh
By: Jaring on January 20, 2009
at 10:43 am
Ga heran lah klo masuk peringkat 11 dunia. hehehe..
By: Isworo on January 23, 2009
at 3:50 pm
anggo turu olih ora mo…
kayane AC ne adem hehe…
By: Damar on March 4, 2009
at 1:05 pm
ya olih lah..aku juga sering turu neng kono wkwkwk..
By: Jaring on March 4, 2009
at 1:26 pm
Apa kabaarnya’mas ? masih ingat ma aku’ngak,Enak mana Senipah ma Singapura’mas he..he..? setelah kepergian di’kau ke Singapura,aku merasa kesepian’karna ngk ada lgi 1 pemain Volly handal di NISCONI…he..he..btw,salm dri NANA L
By: Tohap on March 7, 2009
at 3:55 pm
Yen library-ne koyo ngono, sedino muput yo betah. nginep entuk rak mas?
By: Sururi on July 14, 2009
at 7:26 pm
Nginep entuke nek lagi ujian Mas..ikupun nginep2 bukan tidur, tapi yo sinau
By: Jaring on July 15, 2009
at 9:06 am
pingin dH cpT2 kLiaH ! ^^
By: Nadilah on August 26, 2009
at 10:15 pm
susah ga buat masuk k universitasnya??gimana tes masuknya??
By: isty on November 6, 2009
at 10:34 am
susah ngga-nya tergantung…klo pengen dapat beasiswa ya musti compete dengan banyak orang yang apply beasiswa juga, klo mau bayar sendiri (ada loans-nya juga) asal IP nya masuk sih rasanya ngga susah. Ada tes atau ngga’nya juga tergantung. Kalau mau masuk bachelor-nya musti tes, mirip kaya UMPTN di Indonesia. Kalau mau masuk master ngga ada tes di NUS-nya, palingan tes TOEFL, itupun dilakukan sendiri. Penentuan keterima atau ngga’nya hanya dari dokumen2 yang dikirim oleh applicants. Kalau PhD sepertinya ada interview-nya..
By: Jaring on November 6, 2009
at 12:34 pm