Posted by: Jaring | January 11, 2009

Dari Tempat Tinggal ke Kampus

Tempat tinggalku di Singapore berupa HDB. Apa itu HDB? Bisa refer ke tulisan yang ini. Berlokasi di daerah yang dinamakan Clementi, sedangkan kampus baruku berada di daerah Kent Ridge. Biar lebih sedap membayangkannya mari kita lihat pic berikut, dicomot dari PakDhe Google yang selalu setia menemani setiap saat.

Clementi and Kent RidgePicture 1. Map of Clementi and Kent Ridge Campus (NUS)

Letak kampus adalah sebelah tenggara tempat tinggalku. Sebenarnya NUS memiliki 2 kawasan kampus, yaitu Kent Ridge Campus (KRC) dan Bukit Timah Campus (BTC). Karena belum pernah ke BTC jadi ceritanya untuk yang KRC dulu.

Turun dari lantai 13 HDB, selanjutnya akan melewati jembatan Sungai Ulu Pandan. Kalo tak salah Ulu itu sendiri artinya Sungai. Di samping kiri sungai terdapat beberapa jogging tracks yang selalu ramai (kecuali tengah malam). Rupanya warga setempat sudah sangat paham bagaimana menjaga stamina dan kesehatan mereka, dan tentunya sebagai sarana untuk stress reduction.

Jogging Track 1 Jogging Track 2 Picture 2 & 3. Jogging Tracks

Lepas dari jembatan yang menaungi Ulu Pandan, selanjutnya akan melewati salah satu cabang Commonwealth Ave yang di kiri-kanannya terdapat tempat pejalan kaki yang begitu nyaman untuk dilewati. Selain bersih, dilindungi dari panas sang surya oleh pohon-pohon besar, dan tidak terdapat lubang-lubang galian yang bisa mencelakakan pedestrian.

Road to Campus 1 41 Picture 4 &5. Jalan dan Pedestrian Area

Jalan tersebut membelah kompleks HDB yang bertengger kokoh di kanan kiri jalan. Intermezo sebentar, pics berikut memperlihatkan bagaimana cara untuk menjemur pakaian di HDB.

51 61 Picture 6 & 7. Cara Menjemur Pakaian

Setelah dikeringkan seadanya menggunakan mesin cuci, selanjutnya pakaian diletakkan di sebuah tongkat, bisa terbuat dari alumunium (atau sejenisnya) dan bisa juga dari bambu atau kayu berbentuk bulat dengan panjang berkisar 2-3 meter. Di bawah jendela sudah bisa dipastikan tersedia paralon-paralon dengan diameter berkisar 5 cm yang ditanamkan di tembok HDB. Paralon-paralon tersebut selanjutnya sebagai pegangan tongkat-tongkat untuk tempat menjemur pakaian. Cara menjepit pakaian perlu dipelajari terlebih dahulu. Nampak remeh, tapi bila kurang cermat maka Anda akan kehilangan pakaian-pakaian berharga. Sebuah pengalaman yang kurang mengenakan, yang entah kenapa musti dialami sendiri juga.

Untuk memarkir kendaraan di Singapore perlu memperhatikan terlebih dahulu tempat tersebut. Yang jelas sebagian tempat tidak menggratiskan diri untuk diparkiri. Salah-salah parkir maka di kaca mobil akan tertempel bukti pelanggaran parkir yang dendanya bisa lebih dari SGD 100. Si pelanggar tidak akan ditegur terlebih dahulu, langsung diberi bukti pelanggaran, atau ban kendaraannya akan langsung di-clamp, yang untuk me-release-nya diperlukan kocek sebesar $107.

Berikut contoh tarif parkir di kisaran Clementi.

72

Picture 8. Sample of Parking Fare at  Clementi Vicinity

Melangkah beberapa meter ke depan, selanjutnya ditemui Bus Stop. Bus Stop di Singapore memiliki nomor Bus Stop diawali dengan huruf “B”, misal B01, B02, B13, dan lain sebagainya. Biasanya bila ada sebuah bus stop di sisi kiri jalan, maka satu bus stop lagi tepat berada di oppsite bus stop tersebut. Numbering-nya pun bisa ditebak, karena pihak berwenang memberi nomor bus stop ganjil dan genap selalu berseberangan. Misal B01 berada di sebelah kiri, maka B03, B05 dan selanjutnya akan ada di sebelah kiri ruas jalan tersebut. B02, B04, B06, dan selanjutnya berada di sisi kanan ruas jalan.

10 111

Picture 9 & 10. Bus Stop and Bus Fare

Nomor Bus yang berhenti di bus stop tersebut, rute bus beserta bus fare tersedia dengan rapi di sebuah bus stop. Hal ini sangat memudahkan para pendatang baru untuk bisa memanfaatkan sarana transportasi tersebut. Bila dilihat eksteriornya, wujud bus yang beroperasi di Singapore tidak kalah tua dengan bus-bus di Jakarta. Maintenance yang sangat disiplinlah yang menjadikan sarana transportasi tersebut sangat nyaman digunakan.

12 13

Picture 11 & 12. Bus di Singapore

Ada 2 perusahaan yang mengoperasikan public bus di Singapore, yaitu SBS Transit dan SMRT. Belum ketahuan bedanya dimana. Yang jelas menurut info dari seorang kawan, pemerintah Singapore akan mengganti secara bertahap bus-bus yang sekarang beroperasi menjadi bus baru (yang konon dipesan dari Europe). Bus baru tersebut memiliki lantai yang landai, tingginya hampir sama  dengan trotoar. Akibatnya, bus akan terlihat lebih ceper sehingga orang-orang tua atau yang memiliki disability (misal menggunakan kursi roda) akan dengan sangat mudah menaikki bus. Hmm…benar-benar memperhatikan hal-hal seperti ini..

Di Singapore, pedestrian (pejalan kaki) adalah raja di jalanan. Di setiap persimpangan yang tidak menyediakan lampu indikator untuk penyeberangan pejalan kaki, maka kendaraan-kendaraan yang akan lewat sudah bisa dipastikan akan mengalah bila ada pedestrian yang akan menyeberang. Bila lampu indikator tersedia, maka pedestrian hanya boleh menyeberang saat indikator hijau menyala, dengan sebelumnya memencet tombol untuk meminta waktu melakukan penyeberangan. Tidak beda jauh dengan di Indonesia, ada sih bedanya..infrastructure tersebut di sini begitu terawat, bebas dari vandalisme.

15 16

14 Picture 13, 14 & 15. Junction”s Infrastructure

Maju beberapa langkah ke depan selanjutnya ditemui Clementi MRT Station. Clementi MRT Station masuk dalam jalur East West, atau jalur hijau, yang menghubungkan ujung paling timur (Changi Airport) ke Ujung paling Barat (Boon Lay). Seperti di public place lainnya di Singapore, keberadaan petugas sangat jarang ditemui, tidak ada petugas keamanan (seperti satpam), polisi dan sejenisnya. Untuk melakukan top up (pengisian saldo/balance) pun bisa dilakukan secara self-service di mesin-mesin yang terdapat di MRT (Mast Rapid Transit) tersebut. Eating, Drinking, Smoking are not allowed, baik di station-nya maupun di dalam train-nya. Jadwal kedatangan kereta untuk kedua arahpun dapat dilihat di media board.

17 18

19 20

23 221

Picture 16-21. Clementi MRT Station

Lepas dari MRT Station sebenarnya bisa langsung menuju Clementi Bus Interchange. Namun, karena mesti menemani seorang kawan untuk ke Bank, maka perjalanan dibelokkan sedikit. Di Singapore banyak sekali terdapat hawker center, atau di Indonesia dikenal dengan food court. Bagi muslim, mencari makanan yang halal merupakan suatu keharusan. Di setiap hawker center hampir bisa dipastikan terdapat halal food, biasanya di counter makanan tersebut terdapat tulisan “muslim food”, seperti terlihat di pictures berikut:

24 25

Picture 22 & 23. Hawker Center and Muslim Food

Di Singapore terdapat beberapa major banks, yaitu POSB dan DBS, UOB, dan OCBC. Urutan penyebutan menyatakan besarnya bank tersebut dibanding lainnya. POSB dan DBS merupakan satu group, dan satu group juga dengan Danamon di Indonesia. Bila kita buka rekening IDR (Indonesian Rupiahs) di Danamon Indonesia, maka kita bisa melakukan withdraw di ATM POSB dan atau DBS, dalam bentuk SGD (Singapoeran Dollars) yang telah dikonversikan dengan rate pada saat penarikan.

Setelah menyelesaikan suatu urusan di DBS, perjalanan dilanjutkan menggunakan public bus. Terminal terdekat adalah  Clementi Bus Interchange.

26 27

Picture 24 & 25. Clementi Bus Interchange

Untuk bisa menggunakan public bus ada 2 (dua) methods of payment, yang pertama adalah menggunakan EZ-Link Card dan by cash. EZ-Link Card bisa diperoleh di Ticket Offices, baik di bus interchange maupun di MRT Station. Kartu tersebut bisa digunakan untuk MRT dan public bus, serta bisa pula digunakan di beberapa hawker center dan untuk printing di campus. Kartu tersebut bisa pula di-top up (ditambah nilai/balance-nya) di mesin-mesin self service (di MRT station) dan Seven Eleven (sejenis Circle-K di Indonesia). Selain menggunakan EZ Link Card, payment by cash juga diterima, namun akan lebih mahal dan bus driver tidak akan memberikan kembalian, bila kita membayar dengan uang lebih.

28 29

Picture 26 & 27. Bus Situation and Tap Machine

Entrance door sebuah public bus pasti melalui pintu depan, sedangkan exit access bisa melalui pintu depan maupun belakang (tengah). Begitu memasuki bus, setiap orang harus melakukan “tap” ke 2 (dua) tap machine yang tersedia di pintu masuk. Tentunya yang di-tap adalah EZ-Link Card. Bila menggunakan cash, bisa bertanya terlebih dahulu ke bus driver mengenai ongkos bus untuk sampai di tujuan kita, kemudian memasukkan coins ke dalam sebuah mesin dan selanjutnya akan muncul receipt yang bisa kita simpan. Dari Clementi Bus Interchange untuk bisa sampai di Kent Ridge Campus menggunakan bus nomor 96 dengan lama perjalanan berkisar 7-10 menit dan ongkos sebesar SGD 0,71.

Agar bus berhenti di bus stop yang kita tuju, salah satu tombol musti dipencet. Tombol tersebut tersebar merata di kolom-kolom tempat pegangan penumpang maupun di samping tempat duduk (menempel di dinding bus). Dan..sampailah di kampus baru, National University of Singapore, yang cerita tentang kampus ini ada di tulisan selanjutnya 🙂

–Singapore, January 18, 2009–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: